Kostra Tani, Program Baru di Bidang Pertanian Gowa

Pengarahan Para Pakar Pertanian dihadapan Puluhan Petani di Tombolopao. (FOTO: BERITA.NEWS/Putri)

BERITA.NEWS, Gowa – Dunia pertanian terus berkembang, teranyar yakni Program Komando Strategi Pertanian (Kostra Tani) mulai dikembangkan di Kabupaten Gowa. Tepatnya di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolopao.

Puluhan petani pun optimis bisa mengembangkan program tersebut. Diketahui,
Program Kostra Tani ini digelontorkan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Program ini merupakan potensi pengembangan pertanian yang dipastikan dapat mendongkrak kualitas dan kuantitas holtikultura. Kostra Tani ini sangat komplit sebab meliputi didalamnya asuransi dan bank tani hingga pengembangan SDM petani milenial dan pendidikan vokasi.

Tokoh petani hortikultura Kanreapia H Ilyas Supriatna mengatakan, para petani hortikultura di desanya telah berkomitmen mengembangkan program nasional itu.

“Harapan kami tentunya, Kostratani ini akan menjadi pendongkrak ekonomi disebabkan kualitas hortikultura khususnya komoditi kopi termasuk sayuran yang menjadi ikon hasil bumi Tombolopao,” kata H Ilyas, Selasa (21/1/2020).

Terkait rencana itu kata Ilyas, program Kostra Tani ini telah disosialisasikan kepada para petani di Tombolopao sejak 11 Januari lalu.

Baca Juga :  Waspada, Trans Sulawesi Poros Taweli-Toboli Rawan Longsor

“Para petani di sini sangat antusias dan merespon penuh. Dan kami semua siap mengembangkan pola ini disini,” kata H Ilyas.

Bahkan kata perintis tanaman hortikultura di Tombolopao ini telah ketemu dengan Mentan Syahrul YL membahas tentang potensi kopi di Gowa.

Kostratani seperti dikatakan investor Wildan Mustafa dari Java Frinsa Estate menjelaskan bahwa salah satu tujuan dari program Kostratani ini adalah upaya melakukan konversi lahan sayur ke tanaman kopi dengan peluang ekspor. Upaya ini tentu untuk menepis isu lingkungan dan exploitasi lahan karena tanam sayur dialihkan ke tanaman kopi misalnya.

Kementerian Pertanian memang telah meluncurkan program Kostratani ini di tingkat kecamatan. Program ini bertujuan menghidupkan kembali serta memperkuat peran serta kapasitas petugas Balai Penyuluhan Pertanian Tingkat Kecamatan.

Langkah ini menjadi langkah strategis terkait pembangunan pertanian 2020 yang maju, mandiri dan modern seperti harapan Mentan Syahrul YL.

Baca Juga :  Buang Air di Sungai, Wanita di Mamuju Tengah Hilang Diterkam Buaya

Rencananya kata Wildan pihaknya akan keliling ke beberapa kecamatan dataran tinggi di Gowa yang potensi pengembangan kopi Arabika seperti Kecamatan Tompobulu, Tinggimoncong,  Parigi serta Bontolempangan. Potensi ini pun diakui Wildan akan bersambut lantaran sudah ada tanggapan dari buyer Francis yang tertarik ke Gowa untuk melihat potensi pengembangan kopi Arabika itu pada Juli mendatang.

“Insha Allah program ini akan segera kami tindaklanjuti apalagi kami dalam waktu dekat ini akan ada magang petani Desa Kanreapia ke Pangalengan di pulau Jawa untuk belajar teknologi budidaya dan pengolahan standard ekspor seperti kualitas Frinsa. Semoga Gowa bisa melaksanakan program ini dengan baik,” kata H Ilyas.

  • Putri
loading...