Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Luki Hermawan (net)

BERITA.NEWS, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur kembali menetapkan satu orang tersangka dalam kasus investasi bodong beromzet ratusan miliar rupiah, berkedok aplikasi periklanan Memiles.

Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Luki Hermawan mengatakan tersangka baru ini berinisial W. Ia disebut adalah bagian dari struktural perusahaan pengelola Memiles, PT Kam and Kam.

“Perkembangan dari penyidik akhirnya kami menetapkan lagi satu tersangka inisialnya W. Orang ini masuk dalam struktur dari PT Kam and Kam,” kata Luki, di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (16/1).

W kata, Luki, merupakan orang kepercayaan pimpinan PT Kam and Kam. Ia adalah orang yang bertugas mendistribusikan reward kepada member.

“Dia ini banyak tahu kemana reward diberikan dan uang nasabah yang dibelanjakan. Dan tersangka ini juga tangan kanan bos,” ujar Luki, dilansir dari CNN Indonesia.

Tak hanya menahan W, penyidik juga mengamankan aset member senilai Rp2 miliar, dan beberapa unit mobil. Mobil-mobil itu kata Luki, sedang dalam proses penyitaan.

Dalam kasus ini polisi telah memanggil empat artis. Namun dari keempat nama itu, baru dua artis yang telah memenuhi panggilan pemeriksaan.

Kasus investasi bodong Memiles dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur. Dalam kasus ini polisi telah menetapkan 4 tersangka.

Polisi juga menyita barang bukti uang tunai dari tersangka sebesar Rp122 miliar, 18 unit mobil, dua sepeda motor, puluhan barang elektronik dan beberapa aset berharga lainnya.