Foto: Sultan Qaboos bin Said (Andrew Caballero-Reynolds/Pool Photo via AP, File)

BERITA.NEWS, Muskat – Sultan Qaboos bin Said dari Oman tutup usia di umur 79 tahun. Sultan Qaboos dikenal karena mengubah Oman dari kesultanan Arabnya menuju modernitas.

Dilansir Associated Press, Minggu (12/1/2020), Sultan Qaboos merupakan raja penguasa paling lama di Timur Tengah. Dia menjabat setelah merebut kekuasaan dalam kudeta istana tahun 1970.

Sultan Qaboos juga menjaga kedamaian di Oman. Di bawah pemerintahannya, Oman dikenal sebagai tujuan wisata yang ramah dan teman bicara utama Timur Tengah.

Dia dikenal secara internasional karena keseimbangan diplomatiknya di Teluk Persia yang tidak stabil. Sultan Qaboos juga sering bertindak sebagai fasilitator pembicaraan antara musuh-musuh Iran dan AS.

Kantor berita milik pemerintah Oman mengumumkan kematiannya Sabtu (11/1) pagi, tetapi tidak memberikan alasan. Pengadilan kerajaan menyatakan tiga hari berkabung. Mengikuti tradisi Islam, Sultan Qaboos dimakamkan sebelum malam tiba.

Sultan Qaboos yang belum menikah dan tidak memiliki anak, tidak meninggalkan pewaris yang jelas. Di bawah konstitusi, penggantinya akan dipilih dalam pertemuan keluarga kerajaan.

Jika mereka tidak setuju, orang yang dipilih oleh sultan dan namanya dalam surat tersegel adalah untuk menggantikannya. TV pemerintah mengatakan bahwa surat itu telah dibuka, tanpa menjelaskan mengapa.

Haitham bin Tariq ditunjuk pemerintah Oman sebagai penerus Sultan Qaboos bin Said (Oman News Agency via AP)

“Haitham bin Tariq dilantik sebagai sultan baru negara itu … setelah pertemuan keluarga yang memutuskan untuk menunjuk orang yang dipilih oleh sultan,” kata pemerintah Oman dalam sebuah cuitan pada Sabtu (11/1), dikutip dari Detikcom.

Pengumuman itu datang ketika orang-orang Oman berjejer di jalan-jalan ibu kota, Muskat, untuk melihat sepintas iring-iringan mobil yang membawa mayat Sultan Qaboos bin Said, yang meninggal beberapa jam sebelumnya.

Haitham bin Tariq Al Said yang sebelumnya menjabat Menteri Warisan dan Kebudayaan Nasional Oman berjanji mengikuti kebijakan tanpa gangguan yang menjadikan kerajaan sebagai mediator regional yang vital di bawah mendiang sepupunya Sultan Qaboos yang memerintah selama setengah abad.

“Kami akan mengikuti jalan almarhum sultan,” kata Haitham dalam pidato publik pertamanya yang disiarkan langsung di televisi pemerintah seperti dilansir AFP.

Dia menyatakan dukungannya untuk “kebijakan luar negeri negara kita tentang hidup damai di antara bangsa-bangsa dan orang-orang … dan tidak mencampuri urusan dalam negeri orang lain, menghormati kedaulatan negara dan kerja sama internasional.”