Makna Hari Ibu Bagi Anggota DPR Muhammad Fauzi

Muhammad Fauzi (IST)

BERITA.NEWS, Jakarta – Tanggal 22 Desember hari ini adalah spesial. Soekarno, melalui dekrit presiden nomor 316 tahun 1959 menetapkan hari ini sebagai Hari Ibu.

Sebuah bentuk penghargaan Bapak Bangsa bagi kiprah perempuan, terkhusus kaum ibu. Peringatan tiap tahun tentu saja hanya simbolik. Sebab, memuliakan ibu adalah tugas yang tak pernah putus.

Begitulah pandangan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Muhammad Fauzi saat ditanya terkait makna hari ibu baginya.

Fauzi menceritakan bagaimana sosok ibu sangat melekat dalam ingatannya. “Ayah saya meninggal saat saya masih umur 10 tahun. Masa setelah itu, saya delapan bersaudara dibesarkan dari perjuangan seorang Ibu yang hanya Ibu Rumah Tangga semata,” katanya.

Baca Juga :  Bikin SIM Bisa secara Online Mulai 12 April 2021, Begini Caranya

Suami Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani ini mengatakan Ibunya sangat gigih membesarkan dia dan saudaranya. Hal yang paling ia rasakan adalah bagaimana ibunya sangat peduli dengan pendidikan.

“Dengan banyak keterbatasan, kami lalui hidup dengan saling menyokong. Agama menjadi salah satu titik berat pendidikan Ibu. Dia akan marah besar jika anaknya tak salat, mengaji atau bolos sekolah,” ceritanya.

Senagai anak paling bungsu, Ketua KAHMI Luwu Utara ini menjadi paling dekat dengan ibunya. Sehingga selama ini dia sangat dekat dengan sosok ibunya.

“Waktu saya lebih banyak sama Ibu. Apalagi saya dapat giliran paling belakangan berumah tangga. Ibu tinggal bersama saya hingga akhirnya dipanggil Yang Mahakuasa,” katanya.

Baca Juga :  THR 2021 Wajib Dibayar Paling Lambat Sebelum Hari Raya

Ia berpesan, agar siapa pun yang masih mendapat kesempatan berbakti, agar terus berbuat baik bagi ibunya. Sebab, itu adalah ladang amal terbesar bagi seorang anak.

“Selamat Hari Ibu saya ucapkan. Jika masih diberi kesempatan, teruslah berbuat bagi bagi kedua orang tua kita, terutama ibu,” terangnya.

Muhammad Srahlin