Buka Peluang Duduk di Parlemen, PKB Bakal Gandeng Organisasi Kepemudaan

Sekretaris PB DPW PKB Sulsel, Muslimah Zuhdi di Cafe Red Corner, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Jumat (13/12/2019)

BERITA.NEWS, Makassar – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui, pengurus Perempuan Bangsa Dewan Pimpinan Wilayah (PB DPW) Sulawesi Selatan, Muslimah Zuhdi menyebutkan tengah merampungkan strategi praktis dalam upaya pemenuhan kuota 30% perempuan di parlemen.

Sejauh ini diketahui nyaris di semua wilayah Sulawesi Selatan belum pernah ada kuota 30% perempuan yang duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), sebagaimana ditetapkan dalam aturan.

Hal ini disampaikan PB DPW PKB Sulsel pasca mengisi acara refleksi akhir tahun, dengan tema “Kebijakan Politik Berspektif Gender” di Cafe Red Corner, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Jumat (13/12/2019) sore.

Ia mengatakan, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi dan perekrutan anggota Perempuan Bangsa, khususnya untuk pemilih dari kalangan perempuan.

Baca Juga :  Saksi dari BPK Disebut Keciprat Rp2.8 M dari Edy Rahmat

“Kami akan melakukan sosialisasi dan perekrutan terlebih dahulu. Jadi kita prioritaskan pemilih dari kalangan perempuan,” ujar Muslimah Zuhdi 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kegagalan PKB mengusung kader perempuan di DPRD kota Makassar dua periode belakangan, telah menjadi evaluasi tersendiri dan sudah dipersiapkan untuk pileg 2024 mendatang.

“Ya kalau PKB di Sulsel sendiri, khususnya Makassar, memang belum maksimal ya. Tapi di Jawa itu kader perempuan sudah mengakar rumput. Jadi ada perbedaan. Ada yang jadi menteri, ada yang jadi wakil bupati di Sumatera,” bebernya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan membuka peluang duduk di parlemen, PKB bakal menggaet organisasi kepemudaan Nahdatul Ulama sebagai mitra.

“Jadi kita akan mulai dari akar rumput itu tadi. Nanti bakal ada sinergitas dengan kepemudaan Nahdatul Ulama (NU), seperti Muslimat, IPP NU, dan Fatayat, nanti kita akan lebih bersinergi lagi untuk membesarkan PKB, karena PKB lahir dari NU,” tururnya.

Baca Juga :  Tak Diketahui NA, Sari Ngaku Salah Terima Uang Kontraktor

“Karena sebelumnya kan belum ada kerjasama dengan pemuda perempuan NU itu sendiri. Jadi kedepan kita bakal bangun program bersama,” jelasnya.

“Nah dari situ nanti kita bisa melahirkan kader-kader yang lebih mumpuni,” terangnya. Lebih tepatnya konsolidasi kader berbasis gender,” tandasnya. 

  • Ratih Sardianti Rosi