Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo.

BERITA.NEWS, Makassar – Penyidik Ditkrimsus Polda Sulawesi Selatan masih mendalami kasus dugaan korupsi proyek instalasi pipa di Kota Palopo Rp15 miliar pasca penetapan tujuh orang tersangka.

Pendalaman dilakukan kepolisian menurut informasi yang dihimpun, penyidik mengincar beberapa pihak yang turut menikmati dugaan markup proyek tersebut. Dimana kasus dugaan tipikor diduga menyeret putra mahkota atau anak Walikota Palopo, FKJ.

“Setelah ekspose penetapan tujuh orang tersangka, kasusnya masih jalan dan didalami penyidik,”ungkap Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada BERITA.NEWS. 

Kasus itu mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara berdasarakan hasil perhituangan BPK RI sebesar Rp 5.543.391.996,91.

Diketahui, tujuh orang tersangka yakni. 1. Ir. Irwan Arnold, S.T selaku PPK, 2. Fausiah Fitriani, S.T selaku PPK, 3. Hamsyari, S.T selaku POKJA, 4. Anshar Dachri selaku POKJA, 5. Ir. Muhammad Syarif selaku Direktur PT. Indah Seratama, 6. Drs. Asnam Andres selaku Direktur PT. Duta Abadi dan7. Bambang Setijowidodo selaku Direktur PT. Perdana Cipta Abdipertiwi.

Direktur LSM Laksus Muhammad Ansar meminta Kapolda Sulsel agar kasus ini salah satu perkara prioritas untuk diusut tuntas. Bahkan ia mendesak memeriksa sejumlah pihak yang belum diperiksa termasuk putra mahkota Farid Kasim Judas akronim FKJ.

“Perkara ini bagian dari korupsi secara berjamaah. Polda harus berani memeriksa siapa pun walaupun anak kepala daerah,”tegas Muh Ansar.

Sementara itu, pegiat antikorupsi Palopo Yertin Ratu mengapresiasi langkah Polda Sulsel terus mendalami perkara tersebut. 

“Kami hanya menunggu langkah profesional aparat kepolisian dalam menuntaskan kasus itu,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Palopo FKJ saat dicoba dikonfirmasi via selular sedang diluar jangkauan.