NA Sepakat Pemekaran Luwu Tengah, Provinsi Luwu Raya tak Lama Lagi

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama Bupati Luwu, Walikota Polopo dan Bupati Luwu Utara.

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) dan Bupati Luwu, Basmin Matayang sepakat ajukan diskresi (kebebasan atas penentuan nasib sendiri) wilayah Luwu Tengah jadi daerah otonom. Jumat (22/11/2019).

Keputusan ini berdasarkan aspirasi masyarakat dan mahasiswa inginkan pemerintah pusat mencabut moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) dan memekarkan wilayah Luwu Tengah menjadi kabupaten.

“Kabupaten Luwu itu memiliki wilayah Walmas, Daerah Walmas itu terdapat kurang lebih 6 kacamatan. Dari ibu kota kabupaten ke Walmas itu cukup jauh, sehingga pelayanan masyarakat tentu tidak maksimal,” ucapnya.

Baca Juga :  Kapolres Sinjai Pantau Langsung Pengamanan Shalat Idul Fitri

Nurdin mengatakan,  pemekaran wilayah Luwu Tengah dipercaya meningkatkan kesejahteraan dan optimalisasi pelayanan bagi masyarakat daerah ini.

“Oleh karena itu kami bersama pak Bupati sepakat untuk meminta diskresi dari Presiden supaya Luwu Tengah ini bagaimana secepatnya bisa dimekarkan, supaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, semua pihak tidak perlu terlalu berlebihan menyikapi langkah pemekaran Luwu Tengah tersebut. Nurdin mengaku Presiden Jokowi juga sudah ikut mewacanakan.

“Saya kira dulu waktu Bapak Presiden kita sudah sampaikan, kita punya keinginan besar untuk Luwu Tengah ini menjadi daerah otonomi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kapolrestabes Makassar Dampingi Tim Was Ops Itwasum Mabes Polri Pantau Pos Pengamanan

Jika pemekaran Luwu Tengah resmi ditetapkan. Maka, jalan untuk pisahkan diri dan bediri sendiri dari Sulawesi Selatan juga bisa dilaksanakan. Dibentuk Provinsi Luwu Raya. 

Andi Khaerul