Pengrusakan Bibir Pantai, Pengelola Wisata Pantai di Galesong Diminta Bertanggung Jawab

Tumpukan sampah dibibir pantai wisata Bintang Galesong (BERITA.NEWS/Sahabuddin Jaya).
Tumpukan sampah dibibir pantai wisata Bintang Galesong (BERITA.NEWS/Sahabuddin Jaya).

BERITA.NEWS, Takalar – Pada era sekarang ini manusia tidak dapat terlepas dari namanya plastik. Plastik selalu digunakan dalam berbagai keperluan sehari-hari.

Selain itu kesadaran masyarakat dan perusahaan yang tidak menyadari bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan plastik terhadap lingkungan apa lagi limbah palstik di buang ke pinggir pantai, tentunya ini sangat membahayakan biota laut.

Hal ini membuat salah satu pemuda Desa Mappakalompo Bayu menilai salah satu pengelola wisata pantai di Galesong diduga telah melanggar UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tentunya harus menjadi landasan kepada setiap indvidu dan perusahaan seperti pihak Wisata Bintang Galesong yang sangat terang terangan menbuang dan membakar sampah plastik di pinggir pantai. Ini tidak bisa di biarkan,” tegas bayu.

Baca Juga :  Ingatkan Prokes, Posko Butung di Barru Siapkan Masker Gratis Bagi Pengendara

Kejadian seperti ini adalah teguran keras kepada dinas terkait untuk memberikan sanksi kepada pihak pengelola Wisata Pantai Bintang Galesong.

Selain dampak lingkungan hal ini juga tentunya akan berdampak pada ekonomi nelayan di sebabkan banyaknya sampah plastik yang berhamburan di dasar laut. 

“Tentunya saya sebagai pemuda di Desa akan mempertegas kepada dinas terkait untuk di berikan sanksi sebab kejadian ini bukan hal yang baru tetapi sudah dari dulu,” ungkapnya.

Hal ini juga dapat penilaian dari Budiar Gosal sebagai kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Takalar. Menurutnya pengelola Bintang Galesong harus memperhatikannya.

“Nggak benar kayak ini, mestinya pengelola wisata bintang Galesong harusnya memperhatikan soal sampah plastiknya,” katanya kepada BERITA.NEWS ketika ditemui di ruangannya, Selasa (18/11/2019) kemarin.

Baca Juga :  “Open House” Virtual Ganjar: Dari Tangerang sampai Amerika

Untuk hal ini Kadis akan melakukan kordinasi kepada Dinas kebersihan dan lingkungan hidup Kabupaten Takalar.

Sementara Kepala Dinas kebersihan dan lingkungan hidup Kabupaten Takalar mengatakan pengelola Bintang Galesong memang diduga sudah melanggar. Pasalnya, bak truk sampah sudah disediakan di tempatnya. Dan dia juga akan memeriksa UKL UPL apakah sudah diperpanjang atau tidak.

“Kita akan berkoordinasi dengan Dinas PTSP untuk UKL UPLnya. Disana juga sudah disediakan bak trus sampah,” tutupnya.

  • Sahabuddin Jaya