BERITA.NEWS, Jakarta Asyik Wifi-an gratis seorang pedangan bakso bernama Ade Gunawan menjadi korban salah tangkap oleh anggota kepolisian Polsek Cengkareng pada hari Selasa, (5/11/2019), sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat asyik bermain handphone, pria 30 tahun ini kaget dan hanya pasrah saat dua anggota kepolisian menodongkan senjata kearahnya dan memborgol tangannya.

Terlihat dalam video rekaman CCTV yang beredar, AG yang sedang asyik duduk sambil bermain ponsel didatangi oleh dua orang berpakaian bebas dan langsung menodongkan senjata api kearahnya dan memintanya untuk tengkurap lalu selanjutnya diborgol.

Saat salah satu anggota mengamankan AG, dan anggota satunya terlihat menunjuk sesuatu yang diduga barang yang berisi narkoba.

“Mana barang kamu?! Ini barang kamu kan?!” kata AG menirukan detik-detik penangkapan terhadap dirinya.

Saat diamankan, AG mengaku tidak mengenali kedua pelaku yang sebelumnya diamankan oleh pihak kepolisian saat penggerebekan di Perumahan Mutiara Taman Palm, Kelurahan Cengkareng Barat.

Menurut AG dirinya sedang terkena nasib apes. Pada malam penangkapan, dia yang lagi asyik menumpang wifi gratis malah diamankan oleh pihak kepolisian.

“Saya cuma mau numpang wifi-an pada malam itu. Di warung itu wifinya bisa digunakan, meski sudah tutup warungnya” ungkapnya.

Kapolsek cengkareng, Kompol Khoiri membenarkan penangkapan tersebut. Namun, dirinya juga membantah bahwa penangkapan tersebut merupakan jebakan.

Khoiri juga menjelaskan, saat anggotanya tengah melakukan pengembangan kasus narkotika di daerah tersbut. Sebelumnya, polisi sudah menangkap dua tersangka. Salah satu tersangka, diminta untuk mengontak kurir dan menentukan lokasi pengambilan barang.

“Pada saat bersamaan, satu orang yang viral itu sedang main HP cari Wifi-lah kira-kira. Jadi kita tidak kenal orang itu. Jadi kita amankan semua,” kata Khoiri saat dikonfirmasi, Kamis (7/11).

Polisi menduga pria tersebut adalah kurir yang mengantar barang haram, maka ikut diamankan.

Namun, setelah diinterogasi polisi meyakini pria yang ditangkap itu tidak terkait dengan jaringan narkoba.

“Tidak ada kaitan dengan itu maka kami panggil keluarganya kami lepaskan. Dari keluarga sudah membuat surat pernyataan bahwa dia memaklumi dan itu tidak ada unsur penjebakan dan tidak ada apa-apa,” kata Khoiri.

Khoiri menegaskan tidak unsur kekerasan dalam proses penangkapan. Saat dibebaskan juga tidak ada biaya yang diminta pihaknya.

“Tidak ada kekerasan, tidak ada dalam bentuk penyogokan tidak ada. Itu murni karena hasil pemeriksaan,” lanjutnya.