Aktivis Palopo Desak Polda Tahan Tujuh Orang Tersangka Proyek Instalasi Pipa Rp15 M

BERITA.NEWS, Makassar – Aktivis Kota Palopo Yertin Ratu mendesak Polda Sulawesi Selatan segera tahan tujuh orang tersangka dugaan korupsi instalasi pipa Kota Palopo Rp15 miliar.

Menurutnya, penahanan sepenuhnya hak penyidik dengan alasan hukum misalnya melarikan diri atau tidak kooperatif termasuk menghilang barang bukti.

“Kami tegaskan Polda harus lakukan penahanan sementara. Karena kasus ini masih ada pihak yang belum disentuh oleh penyidik,”ungkap Yertin Ratu kepada BERITA.NEWS, Rabu (6/11/2019).

Yertin menambahkan bahwa beberapa pejabat Pemkot Palopo juga diduga ikut terlibat yang harusnya didalami oleh kepolisian.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan bahwa penetapan kasus tersebut pasca gelar perkara.

Baca Juga :  Gempa M 5,1 Guncang Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Dimana ketujuh orang ditingkatkan menjadi tersangka yang sebelumnya statusnya saksi.

“Mereka dijadikan tersangka, terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Perencanaan SPAM, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kelurahan Padang Lambe Kecamatan Wara Barat, Pengadaan dan Pemasangan Jaringan Pipa Wilayah Kecamatan Telluwanua dan Pengawasan Pengadaan Bangunan Pengambilan Air Bersi pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo tahun anggaran 2016 sebesar Rp 15.049.110.000 yang mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara berdasarakan hasil perhituangan BPK RI sebesar Rp 5.543.391.996,91. Demikian sebagai laporan,”ungkapnya dalam press rilisnya, Selasa (5/11/2019).

1. Ir. Irwan Arnold, S.T selaku PPK2. Fausiah Fitriani, S.T selaku PPK3. Hamsyari, S.T selaku POKJA4. Anshar Dachri selaku POKJA5. Ir. Muhammad Syarif selaku DIREKTUR PT. INDAH SERATAMA6. Drs. Asnam Andres selaku DIREKTUR PT. DUTA ABADI7. Bambang Setijowidodo selaku DIREKTUR PT. PERDANA CIPTA ABDIPERTIWI.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Dinas PKH Sinjai Pastikan Daging yang Beredar Aman dan Sehat

Dimana sejak kasus tersebut diusut Polda Sulsel, nama putra mahkota Palopo Farid Kasim Judas diduga disebut terlibat dalam proses tender proyek tersebut.