Dugaan Korupsi Pabrik Rumput Laut Rp16,2 M, Kadis Kelautan & Perikanan Bone Terlibat?

BERITA.NEWS, Makassar – Direktur Lembaga Anti Korupsi Muhammad Ansar mendesak penyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel menetapkan tersangka dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana pada Pabrik Rumput Laut, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone.

Dimana dugaan aroma korupsi pada proyek itu diduga kuat melibatkan Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone Wahidah selaku kuasa pengguna anggaran dan pejabat Pembuat Komitmen.

“Kami minta polisi segera tetapkan tersangka. Apalagi sejumlah saksi sudah terperiksa,”tegas Muh Ansar kepada BERITA.NEWS, Senin (4/11/2019). 

Ansar juga siap mengawal kasus tersebut karena beredar kabar bahwa perkaran tersebut mau dihentikan atau SP3 dengan alasan alat bukti. “Kami mempertanyakan jika kasus tersebut dihentikan oleh Polda,”ujarnya.

Baca Juga :  Gempa M 6,0 di Wilayah Laut Sulawesi Tidak Berpotensi Tsunami

Sebelumnya, dimana mantan Direktur Reskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono menegaskan bahwa kasus tersebut akan menjadi prioritas untuk dituntaskan.

Dalam penyelidikannya, ditemukan adanya markup anggaran pengadaan sarana dan prasarana pabrik Rumput Laut pada APBN Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tahun anggaran 2016, sejak awal 2018.

Mereka yang sudah diperiksa penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel. Diantaranya KPA sekaligus Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bone Wahidah, PPK A Marewangeng serta rekanan.

Diketahui pengadaan sarana dan prasarana pada Pabrik Rumput Laut, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone yang hingga kini sudah banyak yang retak dan rusak.

Baca Juga :  PSC 119 Luwu Baksos dan Sunatan Massal di Kecamatan Suli Barat

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bone Wahidah mengatakan pihaknya enggan berkomentar lebih jauh. Terkait keterlibatannya, Wahidah hanya mengatakan kasus itu memang ditangani oleh Polda.

“Saya kira penyidik bekerja secara profesional. Dan memang saya pernah diperiksa memberikan ketarangan,”singkat Wahidah saat dikonfirmasi via telepon.