Hadapi PSM, Madura Bakal Main Terbuka

BERITA.NEWS, Makassar – Madura United memastikan tidak akan main bertahan saat menghadapi tuan rumah PSM Makassar pada pekan ke-24 Liga 1 2019 di Stadion Andi Mattalatta Makassar, Kamis (24/10). 

Meski bermain di belasan ribu suporter PSM, Rasiman enggan menuntut para pemainnya untuk bermain bertahan meski diketahui PSM Makassar hanya mengalami dua kekalahan dan selebihnya menyapu bersih dengan kemenangan.

“Saya tegaskan, kami datang ke Makassar tidak untuk bermain bertahan, tapi kami akan bermain terbuka dan saling menekan. Mudah-mudahan besok akan jadi partai yang menarik untuk ditonton, kedua belah pihak serang menyerang, itu yang disukai suporter,” kata Rasiman.

Selain itu, menurut Rasiman, tiga kali pertemuan kedua tim di ajang Liga 1 serta Piala Indonesia membuat kedua tim tidak lagi membaca permainan satu sama lain.

Baca Juga :  Alvin Tehupeiory Melaju ke Babak Utama Olimpiade Tokyo

“Kedua tim sudah saling mengetahui kelemahan dan kekuatan masing-masing. Mungkin sarting elevennya saja yang tentunya membut game ini berbeda,” ungkap Rasiman.

Meski dirinya menilai, Juku Eja di putaran kedua kali ini lebih agresif dibandingkan sebelumnya. Kehadiran Amido Balde dan Ezra Walian membuat Juku Eja lebih kuat. Kalau pun PSM kalah dari Persija, bukan berarti tim Juku Eja main buruk.

“PSM menang 6-2 lawan Arema, saya rasa lawan Persija saya lihat PSM lebih dominan, menguasai jalanya pertandingan dan menguasai shoot on goal. Jadi kekalahan karena main buruk dan kalah itu hal yang berbeda. PSM kurang beruntung saja,” kata Rasiman. 

Madura United memang belum pernah menang di kandang PSM Makassar pada semua kompetisi. Namun, hasil itu tak bisa dijadikan patokan untuk hasil pada pertandingan nanti. Lagipula, predikat jago kandang tim Juku Eja telah dipatahkan dengan dua kali kekalahan. 

Baca Juga :  Rahmat Erwin Abdullah Raih Perunggu untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo

“Artinya indikasinya bahwa PSM bisa juga kalah di Makassar sebanyak dua kali. Tapi yang paling penting adalah soal mentalitas kita. Ketika kick off belum dimulai, kita sudah punya satu poin dan itu yang harus dipertahanan. Kemudian kita lihat peluang kalau kita memang punya kans untuk menang kenapa tidak,” ungkap Rasiman.

  • Alfiandiz