Keterbatasan Biaya, Bocah di Pinrang Lumpuh Layu Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Uswatul Hasanah saat ditemui didampingi ibunya. (BERITA.NEWS/Zakaria).
Uswatul Hasanah saat ditemui didampingi ibunya. (BERITA.NEWS/Zakaria).

BERITA.NEWS, Pinrang – Seorang bocah di Kabupaten Pinrang, mengalami lumpuh layu hingga hampir sebagian tubuh tak bisa di gerakan. Ironisnya kondisi itu sudah berlangsung semenjak usia tiga tahun, akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Uswatul Hasanah (15) bocah yang mengalami lumpuh layu itu bercita cita ingin menjadi dokter, namun apa daya akibat penyakitnya dia tidak pernah mengenyam pendidikan.

Buah hati dari pasangan Alimuddin (41) buruh lepas bangunan dan Hartati (36) ibu rumah tangga, warga Kelurahan Temmassarangnge Kecamatan Paleteang Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, menceritakan kondisi yang di alami anaknya.

Hartati sang ibu merasa sedih dan berharap kondisi anaknya dapat segera disembuhkan. Sebab selama ini, anaknya yang mengalami lumpuh itu hanya dapat dirawat di rumah.

Baca Juga :  Kasus DBD di Parepare Menurun, Begini Penjelasan Dinkes

“Sejak usia 3 tahun tidak bisa jalan, pernah dirawat di rumah sakit dan dokter menyarankan agar diterapi, namun tidak ada perubahan justru memperburuk keadaan. Saya pun memutuskan untuk dirawat di rumah saja dengan pengobatan se adanya” cerita Hartati kepada awak media saat ditemui dikediamannya.

“Usawatul yang selalu ceria dan semangat belajar meski dengan kondisi terbatas, sesekali dia merasa kesakitan jika terlalu banyak aktivitas,” tutur Hartati.

Sementara itu Lukman Ketua LP3D Pinrang, berharap uluran tangan para dermawan untuk membantu saudara, terkhusus Pemerintah Kabupaten Pinrang.

Seperti diketahui Pinrang baru baru ini menyambet langsung 3 penghargaan sekaligus yaitu: Petugas Kesehatan Lingkungan (Sanitarian) Puskesmas Suppa, Kabupaten Stop buang air besar sembarangan, serta Inovasi Terbaik I se Indonesia.

Baca Juga :  Jasa Kurir di Parepare Semakin Menjamur saat Pandemi

Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penerimaan Penghargaan itu dilakukan di Auditorium Siwabessy Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek pada Rabu (2/10/2019) lalu.

  • Zakaria