Peringati Bulan Peduli Kanker, Aisyiyah dan Dinkes Bantaeng akan Gelar launching Pink-Blue Day

PD Aisyiyah Kabupaten Bantaeng, Aidah Pakkanna (kanan) dan Co-MAMPU Aisyiyah Bantaeng, Widya Hastuti. (BERITA.NEWS/Saharuddin).
PD Aisyiyah Kabupaten Bantaeng, Aidah Pakkanna (kanan) dan Co-MAMPU Aisyiyah Bantaeng, Widya Hastuti. (BERITA.NEWS/Saharuddin).

BERITA.NEWS, Bantaeng – Pimpinan Daerah Aisyiyah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng bakal menyelenggarakan launching Palliative care dan Pink-Blue Day pada Minggu, 20 Oktober 2019 mendatang.

“Pink-Blue Day itu diselenggarakan setiap tahun berjalan sejak 2015 lalu,” kata Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Bantaeng, Aidah Pakkanna.

Seperti diketahui, pink-blue day merupakan representasi dalam memperingati bulan peduli kanker payudara dan kanker serviks yang digelar tiap Oktober tahun berjalan.

Diketahui pula Aisyiyah memang gencar menggalakkan penyadaran terhadap masyarakat akan bahaya penyakit. 

Bukan hanya soal kesehatan, Aisyiyah juga kerap berbagi ilmu seputaran isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat, mulai dari sosial hingga ekonomi.

Baca Juga :  Tempat Ibadah hingga Fasum di Demak Disemprot Disinfektan

Pink-Blue Day sendiri bakal digelar jajaran Aisyiyah mulai dari pusat hingga daerah. Di Kabupaten Bantaeng, PD Aisyiyah bersama Program MAMPU dan Dinkes Bantaeng akan melaunching Palliative Care atau perawatan paliatif tingkat Kabupaten.

“Perawatan paliatif ini adalah tim yang bekerja untuk pendampingan terhadap pasien. Karena pasien kan semasa perawatan banyak dukungan yang mereka butuhkan, mulai dari sosial, psiko sosial, spiritual dan juga bisa dibantu dari segi finansial. Makanha kami bekerjasama beberapa instansi seperti Baznas kami dibantu juga,” kata Co-MAMPU Aisyiyah Bantaeng, Widya Hastuti.

Hastuti menyebut, serangkaian kegiatan telah dilakukan semasa pengenalan perawatan paliatif sampai nantinya bakal melaunching itu. 

Baca Juga :  Tangki Berisi Benzena 1.100 Barel di Kilang Cilacap Terbakar, Pasokan BBM dan Elpiji Tetap Aman

Dia menyebut, Puskesmas Bissappu sudah ada yang ditetapkan menjadi tim perawatan paliatif.

“Kami sudah bekerja di ranah desa dan kecamatan sebelum kami menyentuh tingkat Kabupaten. Jadi tim paliatif ini sudah ada yang terbentuk di Puskesmas Bissappu, di Sinoa masih tahap penyusunan juga dan sudah ada pembagian tugasnya,” kunci dia.

  • Saharuddin