Diduga Alami Gangguan Jiwa, Santa 2 Kali Melakukan Pembunuhan

BERITA.NEWS, Takalar – Santa Daeng Sikki (45) Pelaku pembunuh seorang kakek yang juga sebagai tokoh masyarakat warga Dusun Bontosunggu Desa Pa’rappunganta Kecamatan Polut Kabupaten Takalar yang terjadi pada Senin (14/10) siang tadi yang diduga mengalami gangguan jiwa kini diamankan di Mapolres Takalar.

Korban Mangimbang Daeng Nakku (65) meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mengenaskan setelah ditebas parang tepat pada lehernya.

Pelaku warga Dusun Bontorannu Desa Massamaturu Kecamatan Polut yang diduga mengalami gangguan jiwa kini menjalani pemeriksaan kejiwaan di RS Bhayangkara Makassar.

“Iya. Saat ini masih di RS Bhayangkara Makassar jalani pemeriksaan kejiwaan,” kata Kapolsek Polut AKP Hermansyah.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Personel Yon C Pelopor Semprot Disinfektan di Lapas Watampone

Pelaku diketahui kedua kalinya melakukan pembunuhan. Pada tahun 1996 pelaku membunuh istrinya sendiri. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Pa’rappunganta Dahlan Wahid Daeng Sira.

“Kira-kira pada tahun 1996 pelaku juga melakukan pembunuhan terhadap istri pertamanya dan mempunyai satu anak. Kini pelaku sudah beristri lagi setelah menikah 2 bulan lalu setelah lama menduda,” kata Daeng Sira kepada BERITA.NEWS, Senin (14/10/2019) dalam keterangannya.

Kepala Desa juga menjelaskan bahwa Santa Daeng Sikki pernah masuk rumah sakit jiwa (RS Dadi) di Makassar saat bersama istri pertamanya.

Baca Juga :  Operasi Yustisi di Tana Toraja, Masih Ditemukan Warga Melanggar Protokol Kesehatan

“Iya pernah, sebelum kasus pembunuhan istrinya pernah dirawat,” pungkasnya.

Dia juga menuturkan bahwa gangguan kejiwaan yang diderita Santa Daeng Sikki adalah penyakit kambuhan yang datang tiap tahun sekali.

“Penyakit kejiwaan Santa Daeng Sikki sudah lama dibawanya. sejak masa mudanya dia sudah mengalami gangguan jiwa. Tapi, gangguannya itu tiap tahun saat musim kemarau tiba ,” jelasnya.

  • Abdul Kadir

loading...