KPK- Intim Minta Kapolda dan Kapolres Makassar Dicopot

Orasi Ketua KPK-Intim, Akram. SH. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).
Orasi Ketua KPK-Intim, Akram. SH. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).

BERITA.NEWS, Makassar – Ketua Komunitas Pencegahan Korupsi Indonesia Timur (KPK-Intim) Akram SH gaungkan suara pencopotan Kapolda Irjen Pol Mas Guntur Laupe dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu. Selasa (1/10/2019).

Alasannya, aksi represif aparat saat kawal unjuk rasa Mahasiswa telah mencederai demokrasi. Pemukulan mahasiswa dan pers dinilai merupakan perlakuan tidak wajar. Harusnya kepolisian hadir untuk mengamankan.

“Harusnya pihak kepolisian memberikan perlindungan kepada mahasiswa bukan mala dihamburkan dan perlakukan bagaikan binatang sampai-sampai ada mahasiswa yang sengaja di tabrak mobil barracuda, ini tindakan yang sangat fatal dari pihak kepolisian,” ucapnya.

Baca Juga :  Keroyok Wanita Gara-gara Cekcok di Medsos, Dua Selebgram Cantik di Makassar Ditangkap

Olehnya itu. Akram menegaskan, kapolda Sulsel dan kapolrestabes makassar harus segera dicopot karna tidak mampu melindungi bahkan mengkondusifkan gerakan-gerakan mahasiswa.

“Harusnya kapolda dan kapolrestabes makassar harus jeli melihat situasi dan kondisi, tapi hari ini kita tidak bisa pungkiri masalah tindakan represif aparat kepolisian. Hal yang sangat wajar memang ketika kapolda sulsel dan kapolreatabea makassar dicopot,” ucapnya kepada BERITA.NEWS.

Baca Juga :  Kapolrestabes Makassar Dampingi Kapolda Pantau Keamanan Perayaan di Gereja

Diketahui, Aksi Demonstrasi Mahasiswa tolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK serentak dilaksanakan secara nasional. Sejak tanggal 24 September 2019. Termasuk Makassar. Dari informasi yang dihimpun. Akan ada aksi lanjutan mahasiswa.

  • Andi Khaerul