Investasi di Perusahaan Pialang, Pakar Ekonomi: Jangan Tergiur Untung Besar, Pelajari Lebih Dahulu

Foto : Int
Foto : Int

BERITA.NEWS, Makassar – Ingin mendapat keuntungan sampai 300 persen, nasabah PT Kontak Perkasa Futures mengaku malah rugi besar. Uang Rp160 juta yang sudah diinvestasikan tak kunjung berbuah.

Nasabah ini pun protes ke perusahaan pialang berjangka itu. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat dihindarkan. Begitulah gambaran nasib Yudith, nasabah PT Kontak Perkasa Futures. Alih-alih mendapat keuntungan dia malah menderita kerugian, uangnya habis. Tak bisa kembali lagi.

Menyikapi hal tersebut, Pakar Ekonomi STIE Wira Bhakti Makassar, Dr Abdul Haris SE MSi mengatakan, dalam proses investasi pialang dengan komoditi emas dengan kontrak berjangka, seorang nasabah akan dibantu seorang wakil pialang atau broker.

Kata dia, broker ini akan menuntun seorang nasabah dalam setiap aspek transaksi dengan perusahaan pialang tersebut. Tapi, banyak hal yang harus menjadi perhatian khusus dengan jenis investasi ini.

“Jika seseorang yang tak memiliki pengetahuan khusus soal bisnis ini, sebaiknya jangan tergiur dengan keuntungan besar. Sebab, hampir tak ada laporan nasabah mendapat keuntungan dari bisnis ini,” ujarnya.

“Banyak pemberitaan terkait komplain nasabah dengan perusahaan berjangka seperti PT Kontak Perkasa Futures. Uang mereka yang jumlahnya ratusan juta, bahkan miliaran tiba-tiba saja habis begitu saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Jaga Keluarga dari Virus Covid-19, Al Amin Rela 2 Kali Lebaran Tidak Pulang Kampung

Parahnya, jelas Dr Haris, nasabah tak bisa berbuat banyak. Bahkan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) juga tak banyak memberikan bantuan soal kasus nasabah yang uangnya habis begitu saja.

Ingin Kaya Raya Tanpa Kerja

Alumni S3 Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengatakan, banyaknya orang yang ikut bergabung dalam bisnis pialan berjangka ini disebabkan janji akan keuntungan yang cukup besar.

“Semua yang nasabah perusahaan pialang yang merugi pada dasarnya percaya akan menerima laba besar hanya dengan duduk-duduk. Walau aturan wajar setiap orang berhak mendapat laba sambil dudk-duduk dengan modal yang diinvestasikan juga besar,” ujarnya.

Dr Haris mengingatkan setiap orang agar tak cepat mudah percaya dengan bisnis yang menjanjikan keuntungan besar tanpa mempelajarinya terlebih dahulu.

“Semoga orang berhenti berinvestasi di produk berjangka. Biarlah produk berjangka dimanfaatkan pebinis, pedagang yang memang membutuhkan kepastian harga komoditas atau valas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Kontak Perkasa Futures, Taufan Asmoro mengatakan, sebagai perusahaan resmi pihaknya selalu terbuka dengan kepada publik, khususnya nasabah yang melakukan investasi.

Kata dia, bisnis dari perusahaannya sebagai bagian dari planning atau rencana dan bukan janji. Peluang keuntungan bisa diperoleh nasabah tergantung dari prediksi pasar yang tepat.

Baca Juga :  Keroyok Wanita Gara-gara Cekcok di Medsos, Dua Selebgram Cantik di Makassar Ditangkap

PT Kontak Perkasa Futures, jelas Taufan, tetap berkomunikasi dengan nasabah sebelum melakukan transaksi.

“Sebelum melakukan traksaksi, kami tetap melakukan komunikasi dengan nasabah, kami tidak paksa nasabah untuk membeli produk atau menjualnya,” jelas Taufan, Kamis (12/9/2019).

Soal kerugian Yudith, kata Taufan, bukan ada unsur kesegajaan. Ini Perdagangan yang merugi. Guna mengambalikan modalnya, nasabah bisa ditutupi dengan berinvestasi lagi. Dan berharap transaksi itu bisa berhasil.

Sebelumnya, Yudith, salah satu pengembang perumahan di Makassar mengaku telah mengalami kerugian hingga Rp160 juta rupiah dalam hitungan hari usai berinvestasi di PT Kontak Perkasa Futures.

“Janjinya cukup menyakinkan. Bahkan margin error atau kerugiannya katanya paling besar Rp20 juta. Karena yakin, saya cuma meminta brokernya bermain aman dengan target Rp8 juta perbulan,” jelasnya.