Fahri Hamzah: KPK Harusnya Bubar Setelah Polri dan Kejaksaan Kembali Baik

Fahri Hamzah (IST)

BERITA.NEWS, Jakarta – Pro kontra perubahan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002, tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bedatangan dari berbagai pihak mulai dari akademisi hingga LSM.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah melalui akun tweetternya @Fahrizamah mengajak untuk tidak lemah dalam berpikir. Menurutnya, semua negara- negara besar bisa memberantas korupsi kenapa kita tidak.

“Mari kita hentikan kelemahan berpikir..korupsi itu bisa dan mudah diberantas. semua negara bisa memberantas korupsi..orang Amerika bisa..orang Eropa bisa..orang ASEAN aja bisa….dia Asia kayak kita juga..masak kita gak bisa…ayo pak @jokowi pimpin sendiri kerja ini!,” kata Fahri Hamzah minggu (8/9/2019).

Baca Juga :  Kapolrestabes Makassar Dampingi Kapolda Pantau Keamanan Perayaan di Gereja

Selain itu, Fahri menilai 17 tahun lembaga anti rasua itu gagal dalam menyelesaikan korupsi di negara ini, namun dianggap sukses.

“Tapi ini ada kampanye, “lembaga negara tambah buruk, lembaga hukum tambah korup, lembaga politik tambah tidak dipercaya sehingga KPK semakin diperlukan…”…pertanyaanya adalah, “inikah sukses kerja 17 tahun ini?”. Tidak! Inilah kegagalan yg dianggap sukses. Cukup!,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan terbentuknya KPK untuk memperkuat Polri dan Kejaksaan, apabila Polri dan Jaksa sudah baik harusnya KPK bubar dengan sendirinya.

Baca Juga :  Lebaran Lebih Awal, Ratusan Jemaah An-Nadzir di Gowa Shalat Idulfitri Hari Ini

“Saya ingin ulang, niat mendirikan KPK adalah untuk memperbaiki lembaga negera khusus nya lembaga penegak an hukum: Sehingga apalagi mereka telah menjadi baik maka KPK otomatis membubarkan diri. Sebab seluruh fungsi KPK itu sudah ada di tempat lain,” tulis Fahri di akun Twitternya.

Junaiddin