Pansus Angket Curigai Pokja Satu Lakukan Praktek KKN Lelang Proyek, Nama Saudara Wagub ikut Disebut-sebut

Plt Kepala Biro Pembangunan Setda Sulsel Haikal. (BERITA.NEWS/KH).

Plt Kepala Biro Pembangunan Setda Sulsel Haikal. (BERITA.NEWS/KH).

BERITA.NEWS, Makassar – Sidang Pansus Hak Angket Dewan kembali menemukan adanya indikasi praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) terjadi dalam lelang yang ditangani Pokja Satu di Biro Pembangunan soal proyek konstruksi.

Ada 5 nama anggota Pokja Satu yang dicurigai terlibat lakukan kongkalingkong atupun persekongkolan memenangkan proyek konstruksi tersebut. Namun nama lain yang menarik perhatian yaitu Andi Lia disebut saudara dari Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, yang menangkan proyek Pokja Satu.

Dugaan tersebut, terkuat setelah Plt Kepala Biro Pembangunan Haikal menerangkan proyek konstruksi yang ditangani Pokja Satu dikerjakan Andi Lia. Namun, dalam proses lelang hingga ditetapkannya satu perusahaan pemenang, Haikal menyebut tidak pernah mendapat laporan dari Pokja Satu tersebut.

“(Pertayaan Pansus: Andi Lia yang kerja pokja satu? Iya Pak. Terakhir Pokja satu ini hilang kontak sama saya. Harusnya, kalau menurut SOP menjelaskan kepada saya kenapa gugur dan ini menang. Semenjak saya tegur nda pernah lagi,” ucap Haikal.

Menurutnya, dari 6 Pokja ULP di Biro Pembangunan hanya Pokja Satu yang tidak pernah laporkan proses lelang. Alasannya, kata Haikal mereka tidak mau diintervensi. Padahal, dirinya hanya ingin mendapat laporan alasan perusahaan yang gugur dan menang tender.

“(Pokja Satu Paling Banyak Lelang?) Iya Pokja satu. Dia tangani Bina Marga, PSDA, Perumahan, semua insfratruktur ada disitu. Saya masuk saya ubah. Saya bagi,  jangan semua disatukan,” sebutnya.

Sementara itu, Pimpinan Pansus Hak Angket Dewan Kadir Halid mengatakan dari keterangan Biro Pembangunan tersebut, dicurigai ada unsus KKN terjadi. Apalagi, ada laporan masuk bahwa Andi Lia (Saudara Wagub) datang membawa seorang jaksa menggertak petugas ULP. Belum lagi, Pokja Satu yang hilang kontak.

“Oke nanti kita panggil lima-limanya ini. Ini ada kecurigaan ada unsur KKN Pokja satu lakukan tender hilang kontak segala. Ada dugaan terjadi persekongkolan karena tidak ada laporan ke kepala ULP. Kenapa ini memenangkan dan ini tidak,” ucapnya.

  • KH

Comment