Elite NasDem di Lingkaran Prof Andalan: Labrak Etika dan Harus Dipanggil Pansus

Ilustrasi Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman didukung politisi nasdem. (BERITA.NEWS/IST)
Ilustrasi Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman didukung politisi nasdem. (BERITA.NEWS/IST)

BERITA.NEWS, Makassar – Nyanyian Mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Sulsel, Jumras, pada sidang pansus Hak Angket DPRD Sulsel tiba-tiba heboh.

Terkuak fakta, Bendahara DPW Nasdem Sulsel, Ferry Tandriady diduga menyumbang dana kampanye ke tim sukses pasangan Nurdin Abdullah-Amran (Prof Andalan) Sulaiman pada Pilgub Sulsel 2018 lalu. Jumlahnya disebut tidak tanggung-tanggung Rp10 miliar.

Padahal seperti diketahui, pada pilkada Sulsel 2018 lalu, usungan Nasdem adalah pasangan Nurdin Abdullah-Aziz Qahhar Mudzakkar.

Menanggapi dugaan elite NasDem Sulsel menjadi sponsor Prof Andalan di Pilgub lalu, Akademisi UIN Alauddin Makassar Dr. Firdaus Muhammad berpendapat Pansus Hak Angket mesti mengungkap motivasi pemberiaan dana dan berujung permintaan proyek.

“Soal bantuan itu harus diklarifikasi dasar pemberian dan motivasinya berikut dampaknya terhadap pemerintahan. Aturannya jelas,” ujar Dr. Firdaus Muhammad ketika dihubungi BERITA.NEWS, Rabu (10/7/2019).

Firdaus melanjutkan, terkait posisi Ferry sebagai Bendahara DPW NasDem Sulsel, hal itu menunjukkan ada etika politik yang dilanggar pengurus partai besutan Surya Paloh tersebut.

Baca Juga :  Warga Makassar Digegerkan Penemuan Bayi Baru Dilahirkan

“Soal Nasdem, lebih pada etika politik sekalipun motivasi pribadi. Namun sejatinya jadi kader partai harus loyal. Soal sumbangan terkait dana kampanye dan sanksi partai, tergantung kebijakan partai dalam meresponnya tapi setidaknya melanggar etika,” terang Firdaus.

Terpisah, Direktur Nurani Strategic (NUSA) Nurmal Idrus berpendapat bahwa dugaan minta proyek elite Nasdem telah menyentuh wilayah politik yakni hak angket dewan.

“Saran saya tentu ini layak untuk ditelusuri oleh siapa pun yang berkompoten baik itu Nasdem sendiri dan juga DPRD sendiri,” kata Nurmal.

Dia mengatakan, Pansus Hak Angket harus memanggil setiap pihak yang disebut meminta proyek ke Pemprov Sulsel dengan menjual nama Gubernur. Termasuk memanggil elite NasDem yang diduga minta proyek meski partainya tergabung sebagai pendukung angket.

“Saya pikir itu masuk dalam agenda angket dan itu memang seharusnya,” ujar Nurmal.

Baca Juga :  KD: Dana Reses Bukanlah Pendapatan Pribadi Anggota DPR

Berdasarkan kesaksian Jumras di hadapan Pansus Angket, Ferry Tanriady bersama pengusaha lainnya bernama Anggu Sucipto, disebut bertandang menemui Mantan Kepala Dinas Bina Marga itu untuk meminta paket proyek.

Kehadiran dua pengusaha itu, karena diarahkan oleh Andi Sumardi Sulaiman karena disebut telah membantu Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman di Pilkada 2018 dana kampanye Rp10 miliar. Sumardi sendiri adalah saudara dari Wagub Andi Sulaiman.

“Jadi pada saat itu, pak Sumardi beritahu saya. Bahwa Pak Jumras, kasi saja pekerjaan ini. Karena beliau ini berdua (Anggu dan Ferry) sudah membantu pak gubernur dalam pilkada kemarin,” ucap Mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Sulsel Jumras dalam kesaksiannya, kemarin.

Sementara Ferry Tanriady belum menjawab permintaan wawancara yang dilayangkan BERITA.NEWS. Upaya konfirmasi lewat sambungan telpon juga belum dijawab Ferry.

  • Khaerul