Dukung Gerakan Ramah Lingkungan, Phinisi Hospitality Indonesia Minimalisir Sampah Plastik

Konferensi pers bersama Tim Phinisi Hospitality Indonesia di Hotel Claro Makassar, Rabu (3/7/19).(Berita.news/Ratih Sardianti Rosi).

Konferensi pers bersama Tim Phinisi Hospitality Indonesia di Hotel Claro Makassar, Rabu (3/7/19).(Berita.news/Ratih Sardianti Rosi).

BERITA.NEWS, Makassar – Plastik merupakan salah satu bahan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk berbagai hal, seperti membawa barang-barang yang tidak cukup dibawa hanya dengan menggunakan kedua tangan atau membungkus sesuatu yang hendak dibawa maupun diberikan kepada seseorang. Membeli minuman dingin sudah menjadi kebiasaan oleh penjual dengan memberikan SEDOTAN PLASTIK sebagai alat penyedot minuman.

Bahkan karena seringnya digunakan, plastik seolah-olah telah menjadi sebuah kebutuhan yang harus tersedia di masyarakat. Padahal sebenarnya plastik memiliki dampak yang buruk bagi lingkungan apabila sudah tidak digunakan lagi, dimana istilah plastik yang sudah tidak digunakan tersebut dikenal dengan sebutan sampah plastik.

Sampah plastik akan mengganggu jalur terserapnya air ke dalam tanah menurunkan kesuburan tanah. Hal ini dikarenakan plastik juga dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk hidup bawah tanah yang berperan dalam proses penguraian dan penyuburan tanah.

Sampah plastik yang susah diurai, mempunyai umur panjang dan ringan akan semakin mempermudah untuk diterbangkan angin sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mencemari lautan dan wilayah-wilayah lainnya secara bergantian.

Phinisi Hospitality Indonesia mengumumkan bahwa per tanggal 3 Juli 2019 akan secara perlahan berhenti menggunakan sedotan plastik di setiap unit usahanya. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung gerakan ramah lingkungan. Sebab sedotan plastik merupakan bagian dari limbah yang mencemari lingkungan dan juga berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bersamaan dengan tanggal 3 juli setiap tahunnya juga diperingati sebagai tanggal International Plastic Bag Free Day atau Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia. Perlu diketahui, sekitar satu juta kantong plastic digunakan di seluruh dunia tiap menitnya dan sementara kantong plastic sendiri memerlukan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat terurai.

Melihat kondisi seperti itu Phinisi Hospitality Indonesia yang memiliki unit usaha diantaranya hotel berinisiatif akan menghilangkan “Straw” atau sedotan plastik secara perlahan lahan di semua area “Food & Beverages sesuai desain Corporate (Phinisi Hospitality Indonesia) karena meminimalkan dampak merugikan yang dimiliki bahan yang tidak dapat didaur ulang terhadap lingkungan kita.

Semua jenis minuman dingin akan disajikan tanpa sedotan. Pelayan kami harus bertanya kepada pelanggan secara pribadi jika mereka membutuhkan setelah memesan ke meja pelanggan.

Tidak memasukkan sedotan ke dalam gelas. Sedotan disajikan hanya untuk pelanggan atau tamu berdasarkan permintaan.

  • Ratih Sardianti Rosi

Comment