Selama Operasi Ketupat, Lakalantas di Bantaeng Didominasi Pelajar

AKP Jaka Santosa, Kasatlantas Polres Bantaeng
AKP Jaka Santosa, Kasatlantas Polres Bantaeng

BERITA.NEWS, Bantaeng – Operasi ketupat tahun 2019 yang digelar Polres Bantaeng selama 13 hari telah usai. Kegiatan ini dimulai tanggal 29 Mei hingga 10 Juni 2019.

“Alhamdulillah, telah sesuai dengan target yang telah direncanakan dan berjalan dengan tertib, aman dan lancar,” kata Kasat Lantas Polres Bantaeng, AKP Jaka Santosa, Kamis (13/6/2019).

Diketahui, operasi ketupat melibatkan 5.035 personel yang terdiri dari personel TNI 438 orang, Satgas Polda Sulsel 544 orang, Jajaran Polres 2.118 orang, dan Instansi terkait 1.935 orang.

“Operasi ketupat 2019, jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak empat kasus dengan rincian korban meninggal dunia dua orang dan luka ringan sebanyak lima orang,” bebernya.

Baca Juga :  Kodim Gowa Berhasil Salurkan BLT-Migor ke 4.000 Masyarakat Kurang Mampu

Jaka mengatakan, berlalu lintas yang baik dan benar sangat penting bagi masyarakat, terutama pelajar. Apalagi sejumlah kecelakaan akhir-akhir ini didominasi oleh para pelajar.

“Anak dibawah umur dilarang menggunakan sepeda motor ke sekolah. Melalui cara inilah kami berharap dapat menekan angka laka lantas pada pelajar baik itu kualitas maupun kuantitas,” jelasnya.

Sejauh ini, program Police Go To School yang merupakan program Satlantas Polres Bantaeng diharapkan dapat menguragi pelanggaran lalu lintas.

Karena bagi dia, dengan program tersebut juga dapat mengurangi pelanggaran lalu lintas yang tidak lain merupakan cikal bakal terjadinya laka lantas.

Baca Juga :  Oknum RW di Gowa Diduga Semena-mena Ingin Tutup Sekolah, Guru dan Warga Resah

“Dan yang menjadi korban maupun pelaku, biasanya didominasi oleh umur-umur produktif. Marilah kita sama-sama memegang tanggung jawab untuk menjaga anak bangsa. Anak bangsa adalah penerus, jangan biarkan mereka menyesal hanya karena laka lantas,” pungkas Jaka.

  • Fitriani Aulia Rizka