Si Melon di Bantaeng Mengalami Kelangkaan

Sejumlah warga mengantri tabung gas 3 Kg di pangkalan LPG St. Aminah di Jalan Merpati, Bantaeng, Senin (10 /6/2019).(Berita.news/Fitriani Aulia Rizka)
Sejumlah warga mengantri tabung gas 3 Kg di pangkalan LPG St. Aminah di Jalan Merpati, Bantaeng, Senin (10 /6/2019).(Berita.news/Fitriani Aulia Rizka)

BERITA.NEWS, Bantaeng – Tabung gas LPG isi 3 Kg atau biasa disebut Si Melon mengalami kelangkaan di Kabupaten Bantaeng. Hal itu lantas berdampak pada inflasi atau kenaikan harga.

Seperti yang dikatakan Saharuddin, warga Dusun Birea, Desa Pa’jukukang yang mengaku kelangkaan gas sangat terasa.

Dia menyebut, biasanya gas subsidi itu dibelinya seharga Rp16 ribu sampai Rp17 ribu, namun menjelang hari raya Idulfitri 1440 Hijriah hingga berakhirnya bulan Ramadhan, harga memasuki angka Rp25 ribu sampai Rp30 ribu di pengecer.

“Sudah cari dari desa sampai di kota tapi tidak dapat. Jadinya untuk masak air saja saya susah. Ada ji tapi harganya ada yang 25 ada yang 30 ribu,” aku Saharuddin, Senin (10/6/2019).

Sementara itu, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Bantaeng, Meyryani Majid mengatakan bahwa pihaknya selalu melakukan pemantauan harga. Bahkan jika ditemukan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan, pihaknya pun bakal melakukan inspeksi dadakan atau sidak.

Baca Juga :  KPU Luwu Bahas Penataan Dapil Pemilu 2024

“Kami selalu melakukan pemantauan harga, dan jika terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi biasanya tim turun menyidak,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.

Jika hal itu terjadi, lanjut dia, maka pihaknya mengupayakan untuk mencari solusi agar harga tabung gas tersebut kembali stabil.

Menanggapi hal ini, Ketua LSM LKP-PAN, Alimiuddin mengatakan bahwa sudah seharusnya, ihwal kelangkaan hingga mengakibatkan melonjaknya harga tabung gas itu ditanggapi dengan serius oleh instansi terkait.

“Ini masalah serius dan harusnya instansi pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi, UKM dan Perdaganga bisa bergerak cepat menanggulanginya,” ucapnya.

Melonjaknya harga ini, menurutnya seakan sudah menjadi tradisi tiap tahunnya di hari-hari penting, seperti hari raya idulfitri. Momentum seperti itu dimanfaatkan untuk meraup keuntungan dari warga.

Baca Juga :  KPU Luwu Bahas Penataan Dapil Pemilu 2024

Bahkan dia menduga dinas terkait melakukan pembiaran tanpa ada solusi yang ditawarkan mengenai kelangkaan dan melonjaknya harga tabung gas 3 Kg ini.

“Kelangkaan ini membuat resah masyarakat karena aktifitas dapur dalam rumah tangga terganggu. Saya curiga ini ada penimbunan,” paparnya.

Bahkan dia akan mrnyikapi dengan tegas kasus kelangkaan dan melonjaknya harga tabung tersebut. Dia menyebut dalam waktu dekat ini, jika instansi terkait tidak memberikan langkah taktis, maka pihaknya bakal melapor di Unit Tipidter Polres Bantaeng.

  • Fitriani Aulia Rizka