Cerita Pendaki Gunung Muro: Tersesat Setelah Ikuti Suara Lonceng

Ilustrasi pendaki gunung. (Foto: INT)
Ilustrasi pendaki gunung. (Foto: INT)

BERITA.NEWS, Murung Raya – Indra Wijaya Arta Kesuma akhirnya ditemukan setelah dilaporkan hilang di kawasan Gunung Muro, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Warga asal Palangkaraya itu ditemukan oleh Tim SAR dalam kondisi hidup sejak dilaporkan hilang pada Jumat (30/5/2019) atau sepekan lalu.

Baca juga: Hilang Sejak Februari di Gunung Bawakaraeng, Jasad Galih Akhirnya Ditemukan

Indra ditemukan oleh warga setempat di wilayah Desa Tambelum Kecamatan Tanah Siang Selatan, 20 kilometer dari lokasi sejak ia pertama kali dilaporkan hilang.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Murung Raya, Robiyannor, menuturkan saat ditemukan Indra terlihat sangat kelelahan dan kurus.

“Warga asal Palangka Raya itu ditemukan pada Kamis (6/6) malam sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Robiyannor seperti yang dikutip CNN Indonesia, dari Antara, Jumat (7/6/2019).

Menurut kesaksian Indra kepada Robiyannor, dirinya memang mendaki Gunung Muro yang memiliki ketinggian 927 mdpl dan sampai di puncak gunung pada sore hari.

Baca Juga :  Basmin Apresiasi Inovasi Kades Bonelemo Akan Wisata Pendidikan

Namun saat turun gunung, Indra tergelincir ke sebelah kiri tebing gunung lalu kehilangan arah sehingga tersesat.

Robiyannor menuturkan pada Jumat (31/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB, Indra sempat berkomunikasi melalui telepon seluler dengan adik korban yang berada di Puruk Cahu.

Dalam percakapan dengan adiknya, korban mengaku tidak menemukan jalan untuk pulang.

Setelah terputus komunikasi dengan adiknya itu, Indra mendengar suara lonceng dan dia berniat mengejar suara tersebut dan akhirnya suara tersebut hilang lalu korban tersesat.

Baca juga: Tradisi Idul Fitri, Ratusan Masyarakat Tantu Ziarah Ke Makam Tua ‘Pappuccang’

Selama tiga hari koran berkeliling di kaki Gunung Muro mencari jalan untuk pulang, dan hari keempat Indra menemukan bekas pondok orang yang hanya beralas papan di pinggiran Sungai Manyakau, atau sekitar lima kilometer dari Gunung Muro.

Korban mengambil keputusan tetap tinggal di pondok tersebut, dengan maksud menunggu warga lewat pondok dan minta bantuan untuk pulang.

Baca Juga :  Arahan Bupati Luwu Minta ASN Kembali Perkuat Sinergitas

“Korban menunggu di pondok itu untuk bertahan hidup hanya dengan makan umbut, pisang dan air sungai,” ujar Robiyannor.

“Pada hari terakhir, korban bertemu dengan warga yang sedang berburu dan langsung minta bantuan dengan orang itu ke desa terdekat yakni Desa Tambelum dan dibawa ke desa itu. Saat ditemukan Indra terlihat lemas karena sudah sepekan tidak makan.”

Saat ditemukan, korban masih menyimpan telepon seluler miliknya dan pihak aparat desa menghubungi keluarga korban melalui HP korban.

Keluarga korban mendapat informasi dari warga Desa Tambelum pada Jumat (7/6/2019) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, mereka pun langsung berangkat ke Gunung Muro.