Gaji Tinggi Staf Khusus Gubernur dan Wagub Tuai Sorotan, Nurdin Abdullah Bilang Begini

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

BERITA.NEWS, Makassar – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah angkat bicara mengenai sorotan terhadap gaji staf khususnya dan Wakil Gubernur (Wagub) yang di sinyalir mencapai Rp.8,8 juta per orang, lebih tinggi dari pejabat Eselon II Pemprov Sulsel.

Bahkan Gaji mereka sudah dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sulsel tahun 2019 untuk 13 nama yang diangkat melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Nurdin Abdullah.

Terusik dengan sorotan tersebut, Nurdin Abdullah secara tegas mengatakan pihaknya harus diberikan kesempatan membuktikan keberadaan staf khusus itu sangat membantu dalam melakukan percepatan pemerintahan.

“Tidak usah dipersoalkan gaji staf ahli saya, itu hak dan tanggung jawab (saya sebagai) Gubernur Sulawesi Selatan. 5 tahun kemudian baru kalian evaluasi saya, kan gitu. Bayangkan, saya baru satu hari jadi gubernur sudah bilang ini terlalu tinggi, ini terlalu tinggi,” ujarnya Selasa (28/5/2019).

Mantan Bupati Bantaeng dua Periode yakin kinerja para staf khusus tersebut adalah orang profesional. Menurutnya, gaji tersebut sesuatu hal yang wajar ketika menginginkan hasil yang baik. Meski begitu, nyatanya 8 bulan bekerja belum ada percepatan seperti yang dimaksudkan.

“Beda dong, mereka (Staf Khusus) itu sainstis pak, kajian akademik itu penting, saya bilang tidak ada makan siang gratis pak, karena itu kalau kita mau yang terbaik kita harus bayar mahal,” katanya.

Nurdin mengatakan gaji yang dinilai sangat mahal itu disebutkan sudah sangat standar. Pasalnya kata dia para staf khusus itu tidak menerima tunjangan apapun.

“Coba liat semua staf saya, mungkin pegawai (ASN) itu sudah pulang tidur kerumahnya, (sementara) staf saya itu jam 1 (dini hari) masih kerja. Apa yang saya mau lakukan percepatan kalau begini? Yang tadinya itu dokumen selesai dua bulan, sekarang satu hari, coba liat,” ungkap Nurdin.

“Apanya mahal coba, mereka dapat gaji to’ saja kan, tidak ada uang reses, tidak ada uang tunjangan Tidak mungkinlah kita pergi cari staf yang lebih murah gajinya. Kalau perlu saya bayar 100 juta gaji, tapi mereka bisa menghasilkan 100 miliar, kan gitu,” pungkasnya.

.KH