Polisi Melakukan Pengejaran Terhadap Pelaku Penyebaran Hoax Harun Rasyid

Jenazah Harun Al Rasyid (kanan) dan Andri Bibir diamankan polisi (kiri)
Jenazah Harun Al Rasyid (kanan) dan Andri Bibir diamankan polisi (kiri)

BERITA.NEWS, Jakarta – Aparat kepolisian tengah melakukan pengejarang terhadap pelaku penyebar hoax tentang Harun Rasyid (15) yang tewas di keroyok oleh aparat kepolisian di kompleks Masjid Al Huda pada saat aksi 22 Mei.

Polisi yang memastikan bahwa informasi yang disebarkan tersebut adalah benar hoax. Pelaku yang diamankan oleh pihak kepolisian di kompleks Masjid Al Huda bukan Harun Rasyid (15), melainkan seorang yang bernama Ardiansyah alias Andri Bibir (30).

Andi Bibir diamankan oleh aparat kepolisian lantaran di duga menyuplai batu kepada para perusuh pada saat aksi 22 Mei sedang berlangsung. Ia juga membantu para demonstran untuk membersihkan tubuhnya yang terkena gas air mata.

“Masih melakukan pendalaman terhadap kasus akun yang menyebarkan berita hoax tersebut. Kami bisa buktikan akun tersebut sebagai penyebar berita hoax. Akan kami tindaklanjuti,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Dedi memberitahukan bahwa ada pihak yang sengaja menyandingkan foto almarhum Harun Rasyid (15) dengan video penangkapan Andi Bibir (30) saat kerusuhan yang terjadi di Bawaslu 22 mei kemarin.

Akibat informasi hoax tersebut, masyarakat menerima informasi bohong tentang foto almarhum dan video penangkapan saling terkait.

Menurut Dedi, dalam video yang tersebar tersebut aslinya merupakan penangkapan Andri Bibir dan bisa dibuktikan dari baju yang digunakan oleh tersangka.

“Sedangkan kabar hoax yang disebarkan di akun Twitter adalah bukan foto yang bersangkutan. Kami tahu ada yang menempel video tersebut dengan gambar korban lainnya,” ucap Dedi.

Informasi tersebut semakin meluas dikarenakan Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya juga ikut menyebarkan hoax tersebut.