Aroma Korupsi Revitalisasi Lapangan Pancasila Palopo Diduga Seret Farid Judas

BERITA.NEWS, Makassar â€“ Dugaan tindak pidana korupsi proyek revitalisasi lapangan Pancasila Kota Palopo diduga menyeret nama Farid Kasim Judas.

Farid Kasim Judas akronim FKJ menjabat  Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Palopo tak lain anak Walikota Palopo.

Kejaksaan Tinggi Sulsel mengendus aroma korupsi pada revitalisasi lapangan Pancasila yang terindikasi merugikan keuangan negara. Dimana diduga adanya penyimpangan pada pelaksanaan kegiatan yang dikerja oleh PT Tahta Pratama Sejati dan Konsultan Pengawas CV Matra Desain.

Dimana proyek tersebut menghabiskan APBD Palopo tahun 2017 sebesar Rp9.948.017.000.

Andi Z.A.Guntur SE Ketua Investigasi (LLPKN) Lembaga Lidik Penyalahgunaan Kewenangan Negara mengingatkan Kejaksaan untuk bekerja profesional. Pihak bersama aktivis lainnya akan berencana menggelar aksi di depan kantor Kejati Sulsel.

Baca Juga :  CERDAS.. Begini Ulasan Inspektur IV Kejagung Soal Landasan Filosofis Penyidikan, Tambahan dalam RUU Kejaksaan

“Kami juga akan siap melaporkan kasus ini ke Kejagung maupun KPK. Apalagi anggarannya Rp9,9 miliar lebih,”tegas Andi Guntut kepada BERITA.NEWS, Jumat (24/5/2019.

“Kami juga menantang kasus ini diusut tuntas hingga berani memeriksa putra mahkota Palopo atau FKJ. Termasuk yang menyerat kasus lainnya. Polda Sulsel diminta untuk komitmen dalam memberantas korupsi Palopo yang juga melibatkan FKJ,”jelasnya.

Diketahui, sejumlah kasus korupsi yang diusut Kejati maupun Polda Sulsel, yang menyeret putra mahkota Palopo Farid Kasim Judas. Adalah kasus dana penyertaan modal Rp11 miliar,  kasus lainnya yakni dugaan korupsi pengadaan kandang ayam Rp8 miliar tahun 2015, 2016, 2017, proyek instalasi pipa Telluwanua Rp4,6 miliar tahun 2018, pembangunan taman kirab Rp2 miliar tahun 2016.

Baca Juga :  Tomy-Makkasau Dapat Nomor Urut 3, Angka Kemenangan Nurdin Abdullah dan Anies Baswedan

Untuk kasus proyek taman kirab masih mandek di Kejati Sulsel begitu pula kasus yang ditangani Polda “jalan ditempat”. 

loading...