Rahasia Terpilihnya Cicu: Pelayanan Kesehatan Hingga “Hegemoni” IAS

Calon legislatif DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi atau Cicu. (Foto: Instagram/cicutika/BERITA.NEWS)
Calon legislatif DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi atau Cicu. (Foto: Instagram/cicutika/BERITA.NEWS)

BERITA.NEWS, Makassar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah merampungkan hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilu untuk DPRD Provinsi Sulsel periode 2019-2023.

Salah satu calon legislatif (Caleg) yang dinyatakan terpilih adalah Andi Rachmatika Dewi dari Partai NasDem dapil Sulsel 1. Ini merupakan yang kedua kalinya bagi perempuan yang karib disapa Cicu itu terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulsel.

Berdasar salinan hasil rekapitulasi suara yang digelar KPU Sulsel, di Dapil yang kerap disebut “Dapil neraka” Cicu meraih 28.421 suara.

Atau dengan kata lain, alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut adalah caleg peraih suara terbanyak di dapil Sulsel 1. Lebih banyak dibanding dengan perolehan suara Cicu pada Pemilu 2014 sebanyak 25.314 suara.

Lantas bagaimana strategi Cicu mampu terpilih untuk kedua kalinya dan meraih suara terbanyak di dapilnya? Kepada BERITA.NEWS, Ketua NasDem Kota Makassar itu mengungkap rahasia kemenangannya.

Cicu mengatakan, salah satu poin signifikan sehingga dia dapat terpilih kembali sebagai legislator DPRD Sulsel adalah karena faktor interaksi yang cukup aktif dengan masyarakat di Dapil Sulsel 1.

“Yang pasti 3 kali pemilu, 1 kali Pilkada, saya banyak sekali berinteraksi dengan masyarakat, alhamdulillah itu salah satu modal sosial saya. Yang mungkin masih membekas di hati masyarakat,” ujar Cicu, via telepon, kemarin.

Cicu saat memeriksa kesehatan warga. (Foto: Instagram/cicutika)

Modal sosial Cicu diperkuat dengan program pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Seperti, program ambulance gratis dan “pasukan” Tika Care yang memberi pemeriksaan dan pengobatan gratis.

“Yang kami buat seperti ambulance gratis, pemeriksaan kesehatan gratis bersama tika care itu merupakan bentuk komitmen saya bukan hanya sekadar menjelang pesta demokrasi saja,” papar Mantan Calon Wakil Wali Kota Makassar itu.

Hegemoni” IAS

Jika Anda “menjual” nama mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di dapil Sulsel 1, maka figur dan ketokohannya diasosiasikan atau mengarah kepada Cicu sebagai sang keponakan.

Cicu tak memungkiri, di balik sukses dirinya kembali melenggang ke DPRD Sulsel karena faktor hegemoni IAS yang masih dikenal dan disukai masyarakat Kota Makassar.

“Paling tidak hampir semua tahu sy ponakan pak ilham,” ungkap Cicu, yang mundur dari kursi DPRD Sulsel saat ikut bertarung pada Pilkada Kota Makassar tahun 2018.

Bukan hanya itu, ada faktor strategi politik Partai NasDem yang mempengaruhi suksesnya Cicu kembali terpilih ke DPRD Sulsel. Strategi tandem antara caleg DPRD tingkat kota dengan provinsi dianggap Tika Cicu sebagai bagian dari keterpilihannya.

“Itu sebenarnya kita terapkan di Nasdem,” kata perempuan kelahiran 27 Oktober 1983 itu. Soal isu yang dijual ke masyarakat, Cicu mengklaim jualan politiknya adalah lebih berpengalaman sebagai caleg dibanding yang lain.

“Pastinya teruji dan berpengalaman,” tandas Cicu.

Di akhir wawancar, Cicu mengaku siap untuk kembali mengisi posisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel.

“Apa pun perintah partai, sebagai kader kita siap,” tandasnya.