Mayat Terapung Disaluran Air di Takalar, Diduga Korban Pembunuhan

Penemuan mayat yang hebohkan warga Takalar di saluran air beberapa hari yang lalu, Sabtu (18/5/2019). (Abdul Kadir. Berita.News)

BERITA.NEWS, Takalar – Pihak keluarga korban ditemukannya mayat yang terapung di saluran air di lingkungan Lembang Kelurahan Mattompodalle, Kecamatan Polut, Takalar meminta untuk di lakukan otopsi. Alasannya, pihak keluarga menyebut ada dugaan lain dibalik ditemukannya jenazah korban.

“Ada luka menganga dibelakang leher sepanjang kurang lebih lima Centimeter, dengan kedalaman dua Centimeter,” kata Daeng Laiha kakak tertua dari almarhum Sama’ Daeng Rapi yang mayatnya ditemukan di saluran air di lingkungan Lembang Kelurahan Mattompodalle, Polut, Takalar beberapa hari yang lalu.

kepada Berita.News Daeng Laiha menceritakan ketika melihat luka dibelakang leher adiknya di rumah sakit Padjonga Daeng Ngalle, iapun menduga ada indikasi lain dibalik diketemukannya jenazah adiknya.

“Sebenarnya bukan hanya saya saja yang minta untuk di otopsi, kepolisian juga meminta. Jenazah sempat di bawa kerumah tapi di jemput kembali untuk di otopsi pada malam itu juga Rabu (15/5),” ungkapnya ketika ditemui di kediamannya yang kebetulan bersampingan dengan rumah duka di Dusun Anging Mammiri Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar.

Baca Juga :  Kodim Gowa Berhasil Salurkan BLT-Migor ke 4.000 Masyarakat Kurang Mampu

Dihadapan jurnalis Daeng Laiha berharap besar kepada Kepolisian Resort Takalar untuk mengungkap kasus ditemukannya jenazah adiknya di saluran air, apakah pembunuhan atau murni kecelakaan.

“Kami dari pihak keluarga berharap kepada kepolisian. hasilnya, kalaupun itu murni kecelakaan kami ikhlas menerimanya. Tetapi, kalau ada unsur pembunuhan kami mohon agar diungkap,” pungkasnya, Sabtu (18/5/2019).

Sementara Kapolsek Polongbangkeng Utara (Polut) AKP Hermansyah membenarkan bahwa jenazah mayat yang terapung di saluran air sudah dilakukan otopsi.

Baca Juga :  Oknum RW di Gowa Diduga Semena-mena Ingin Tutup Sekolah, Guru dan Warga Resah

“Diotopsi malam itu juga, tapi belum menerima hasil otopsi dari Laboratorium Forensik (Labfor),” jelas Kapolsek ketika di konfirmasi via selularnya.

“Nanti dari hasil otopsi baru disimpulkan, apakah indikasi pembunuhan atau murni kecelakaan,” tutupnya.

Sebelumnya warga Takalar dihebohkan dengan adanya penemuan mayat terapung di saluran air di lingkungan Lembang Kelurahan Mattompodalle, Kecamatan Polut, Takalar tiga hari yang lalu dan diketahui adalah mayat Sama’ Daeng Rapi warga Dusun Anging Mammiri, Lembang Barat.

  • Abdul Kadir