Dua PPK yang Dinonaktifkan Terindikasi Lakukan Pergeseran Suara

Ketua Bawaslu Gowa, Samsuar Saleh (Beritanews/ACP)

BERITA.NEWS, Gowa – Terkait lima Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang diduga lakukan pergeseran suara di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gowa pun mendalami perkara tersebut. 

“Sampai saat ini kami masih menyelidiki kasus dugaan pergeseran suara oleh lima anggota PPK ini,” ujar Samsuar Saleh selaku Ketua Bawaslu Gowa. Selasa (14 /5/ 2019).

Saat ini kata Samsuar, pihaknya sedang dalam tahap klarifikasi terkait kasus ini, sejumlah saksi pun telah dipanggil guna dimintai keterangan. 

Baca Juga :  PDIP Pastikan Kewenangan Soal Capres 2024 di Tangan Megawati

Hasilnya, dari proses penyelidikan yang dilakukan, dua dari lima panitia PPK terindikasi melakukan pelanggaran dalam proses penghitungan suara tersebut.

“Sejauh ini sudah dua terindikasi, tapi masih bisa saja berkembang kedepan karena penyelidikan masih terus berjalan. Kami pun sudah memeriksa beberapa orang, tapi saya tidak ingat berapa jumlah pastinya,” ungkap Samsuar. 

Samsuar pun menegaskan, jika kelima anggota PPK Pallangga tersebut nantinya terbukti melanggar, mereka akan dijerat dengan Pasal 532 Undang-undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Dimana dalam Pasal 532 ini disebutkan, jika ada satu suara saja yang dihilangkan dengan sengaja atau menyebabkan peserta Pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan suara peserta Pemilu menjadi berkurang, maka akan dipidana dengan hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp48.000.000,00 (empat puluh delapan juta rupiah),” jelas Samsuar. 

Baca Juga :  PDIP Pastikan Kewenangan Soal Capres 2024 di Tangan Megawati

ACP