Ramadan di Kutub Utara: Berpuasa Nyaris 24 Jam

Sebuah masjid yang berdiri di Iqaluit, wilayah Kutub Utara di Kanada. (The Guaridan)
Sebuah masjid yang berdiri di Iqaluit, wilayah Kutub Utara di Kanada. (The Guaridan)

BERITA.NEWS, Iqaluit – Waktu imsak dan berbuka puasa Ramadan di berbagai belahan dunia tentu berbeda. Termasuk di Iqaluit, wilayah Kutub Utara di Kanada.

Komunitas muslim di Iqaluit, wilayah Akrtika Kanada, harus berpuasa nyaris 24 jam atau sekira 21 jam menunggu hingga matahari terbenam telah memaksa sebagain orang untuk menyesuaikan diri.

Dikutip dari laporan The Guardian, berpuasa di Iqaluit Kanada dianggap sebagai tantangan tunggal. Bagaimana tidak, komunitas muslim di wilayah ini harus makan sahur sekira pukul 01.30 dini hari dan berbuka pada pukul 11 malam.

Artinya, pukul 11 malam sebagai waktu berbuka puasa ditandai saat matahari mulai terbenam. Berpuasa nyaris 24 jam di Iqaluit tak mengurangi semangat komunita muslim di tempat ini untuk tetap berpuasa.

“Saya belum pernah pingsan sama sekali,” kata Abdul Karim (29), salah satu pemeluk muslim di Iqaluit, yang dikutip dari wawancara dengan The Guardian pada 2016.

“Satu-satunya alasan untuk berhenti (berpuasa) adalah jika itu mengganggu kesehatan saya,” kata Karim. Menunjuk ke tubuhnya yang cukup besar, dia tertawa. “Tapi melihat kondisiku, aku tidak berpikir puasa akan menyakitiku.”

Muslim di Iqaluit Kutub Utara Kanada berpuasa kurang-lebih 21 jam karena berpatokan pada waktu Imsak dan buka puasa komunitas Muslim di Ottawa, sekitar 1.300 mil arah selatan Iqaluit.

Mereka bersandar pada perkataan cendekiawan Muslim yang mengatakan bahwa berpuasa di kutub utara harus mengamati Ramadhan menggunakan jadwal Mekah atau kota Muslim terdekat.

Baca tips dan liputan Ramadan lainnya di sini