Ramadan 2019, Maroko Kirim 422 Imam ke Eropa

Omar Sharif, seorang imam muda dari Islamic Center of Tennessee, Amerika Serikat, memimpin Salat Tarwih. (Pinterest/Zena Zarena Ali)
Omar Sharif, seorang imam muda dari Islamic Center of Tennessee, Amerika Serikat, memimpin Salat Tarwih. (Pinterest/Zena Zarena Ali)

BERITA.NEWS, Rabat – Berbeda dengan negara-negara mayoritas muslim di dunia, pemerintah Maroko mengirim 422 Imam atau guru agama ke Eropa saat bulan puasa Ramadan.

Dikutip dari laporan Middle East Monitor, Senin (6/5/2019), Kementerian Awqaf dan Urusan Islam Maroko, mengirimkan 422 imam ke Eropa untuk bimbingan keagamaan selama bulan Ramadan.

Ramadan, yang dimulai pada hari Minggu atau Senin tergantung pada penampakan bulan sabit, akan melihat para sarjana dikirim ke beberapa negara-negara di Eropa.

Baca juga:

Tujuan para Imam yang dikirim tersebut, antara lain ke Prancis, Belgia, Italia, Spanyol, Belanda, Jerman, Denmark, Swedia, di antara negara-negara lain.

Misi mengirim ratusan Imam ke Eropa merupakan tekat Maroko dalam upaya untuk memastikan kesatuan komunitas muslim di negara-negara tersebut dan pelestarian masjid mereka di luar negeri.

Pihak berwenang Maroko juga berusaha untuk memastikan bahwa Imam yang dikirim, bisa beradaptasi dengan aktivitas di dalam masjid menghormati hukum Eropa.

Maroko telah memasarkan dirinya sebagai sebuah oasis toleransi beragama dan telah menawarkan pelatihan kepada para imam dan pengkhotbah Islam pria dan wanita dari Afrika dan Eropa tentang apa yang digambarkannya sebagai Islam moderat.

  • Baca lebih banyak tips dan liputan Ramadan 1440 Hijriah di sini