Mantan Napi Korupsi Jeneponto Dapat Jabatan Basah di Takalar

Ilustrasi tahanan
Ilustrasi tahanan. (int)

BERITA.NEWS, Takalar – Salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Takalar yang menduduki posisi strategis di lingkup Pemda Takalar ternyata mantan Narapidana kasus korupsi di Kabupaten Jeneponto.

ASN tersebut adalah Muhammad Irfan ST yang diduga pernah terjerat kasus korupsi proyek pembangunan konstruksi jaringan air bersih Dinas PU beberapa tahun yang lalu di Kabupaten Jeneponto.

Ironisnya, Muhammad Irfan mantan Narapidana ini kini menduduki jabatan di salah satu instansi di Kabupaten Takalar yakni Kepala Bagian (Kabag) Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) Pemkab Takalar yang diklaim sebagai jabatan basah.

Baca Juga :  Basmin Apresiasi Inovasi Kades Bonelemo Akan Wisata Pendidikan

Terkait kebenaran kasus yang ditujukan Muhammad Irfan ST Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto Ramadiyagus saat dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut. Itu dikatakan setelah kasi pidana khusus (Pidsus) Kejari Jeneponto melakukan pemeriksaan berkas kasus korupsi beberapa tahun silam.

” Kasus tersebut saya belum menjabat dinda. Tapi, Iya benar. Setelah diperiksa berkasnya Muhammad Irfan ST terjerat kasus korupsi konstruksi jaringan air bersih di Jeneponto. Perkaranya sejak tahun 2010. Hingga Tahun 2013 sudah ada putusan dari MA,” ujar kepala Kejari Jeneponto yang belum setahun menjabat saat di konfirmasi via selularnya, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga :  Arahan Bupati Luwu Minta ASN Kembali Perkuat Sinergitas

Diketahui Muhammad Irfan ST terjerat kasus korupsi proyek pembangunan konstruksi jaringan air bersih di Dusun Bonto Ujung, Tarowang, Jeneponto yang dianggarkan pada tahun 2008 lalu. saat itu menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bersama satu rekannya.

” Itu hari dia menjabat sebagai PPTK bersama Hasanuddin Syam, saat itu keduanya di tahan di Rutan Jeneponto,” tutup Ramadiyagus.

  • Abdul Kadir