Pemilu Israel, Benjamin Netanyahu Maju Yang Kelima Kalinya

Benjamin Netanyahu. (int)
Benjamin Netanyahu. (int)

Berita.News – Israel menjalankan pemilihan umum (Pemilu) pada tahun 2019. Perdana menteri pertahana, Benjamin Netanyahu kembali bertarung.

Diperkirakan pengamat akan kembali menduduki kembali posisi tersebut. Bila terpilih lagi, Netanyahu akan menjabat kelima kalinya. Netanyahu berjanji akan memberi keamanan untuk warganya.

Maju Yang Kelima Kalinya

Jika Benjamin Netanyahu berhasil membentuk pemerintahan koalisi lagi, maka ini adalah kali kelima baginya untuk menjabat posisi Perdana Menteri Israel.

Netanyahu pertama kali terpilih pada tahun 1996, dan menjadi Perdana Menteri Israel termuda. Latar belakangnya sebagai bekas tentara dan sikap politiknya yang keras membuatnya berhasil menjadi perdana menteri.

Jabatan ini berakhir pada tahun 1999 ketika ia kalah dari pemimpin Partai Buruh, Ehud Barak. Pada tahun 2005, ia kembali menjabat ketua Partai Likud dan pada tahun 2009 kembali menjadi perdana menteri. Pada pemilu tahun 2013 dan 2015, Netanyahu kembali berhasil memenangkan pemilu.

Semuanya didasarkan pada kampanye akan kebijakannya yang keras terhadap Palestina, di samping janji akan kemajuan ekonomi Israel. Maka jika partainya berhasil memimpin koalisi lagi pada pemilu kali ini, maka ini akan menjadi periode kelima bagi Netanyahu untuk menjadi perdana menteri Israel.

Benny Gantz Pendatang Baru

Benny Gantz. (int)
Benny Gantz. (int)

Kini ia menghadapi tantangan dari Benny Gantz, bekas panglima militer Israel yang membentuk partai baru, Koalisi Biru Putih.

Benny Gantz, bekas menteri pertahanan, adalah pesaing utama Netanyahu yang masih menawarkan pendekatan keamanan terhadap Palestina dan pemerintahan yang bersih.

Koalisi Biru Putih adalah pesaing terberat Netanyahu karena hasil polling terakhir memperlihatkan persaingan ketat dengan Partai Likud. Selain Gantz, koalisi ini juga dipimpin oleh bekas menteri keuangan Yair Lapid.

Koalisi ini cukup menonjol karena profil Gantz sebagai politisi baru yang menjanjikan pemerintahan yang bersih dari korupsi. Latar belakang Gantz sebagai seorang jenderal juga membuatnya punya daya jual di kalangan pemilih dalam hal janjinya memelihara keamanan Israel.

 

Sumber: BBC